Implementasi Living Iman Terhadap Ekspresi Keislaman di Dunia Digital

Authors

  • Fadhillah Rachmawati Universitas Darussalam Gontor Author
  • Abdullah Muslich Rizal Maulana Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.17504406

Keywords:

Agama Digital, Budaya, Iman, Living Iman, Media Sosial, Sosiologi Agama

Abstract

Urgensi menghidupkan iman sebagai aspek utama representasi ekspresi keislaman individu seorang Muslim. Interaksi antar individu dengan kecanggihan teknologi yang telah merubah pola pelaksanaan ibadah yang semula tradisional menjadi modern dalam masyarakat. Ketakutan akan hilangnya makna dan sakralitas agama berdampak pada implementasi iman dalam beragama serta memunculkan transformasi baru bernama Agama Digital. Tujuan dari penelitian ini utamanya sebagai bentuk upaya kontribusi dalam rangka menemukan format dan pendekatan untuk sub-keilmuan agama digital berbasis nilai Islam melalui teori Living Iman. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sosiologi agama dan metode analisis konten serta wawancara ahli dalam memahami teori Living Iman dan agama digital. Hasil penelitian ini menemukan bahwa teori living iman adalah sebuah pendekatan baru dalam spektrum memahami, mempelajari dan menggambarkan pola beragama yang dilakukan oleh individu Muslim dan berkembang menjadi tradisi atau budaya umat Islam. Melalui media sosial sebagai sarana dakwah masa kini sebagai bukti produktivitas iman yang diamalkan, sebab iman yang tidak memiliki dampak pada produktivitas amal disebut iman yang lemah atau berkurang. Tiga pendekatan teori Living Iman, yaitu pertama dari konseptual diupayakan menjadi living; kedua yaitu memulai dari budaya lalu diteliti keterkaitannya dengan iman; ketiga yaitu menggunakan indikator-indikator pengukur keimanan dalam jiwa. dengan demikian, bukanlah keniscayaan untuk mengidentifikasi iman yang living seorang Muslim.

References

Abu Manṣūr Al-Matūridῑ. (2006). Kitāb Al-Tawhῑd (Prof. Dr. BekirTopaloğlu; & Dr. M. Aruçi, Ed.). Dar Sader.

Achmad, A. (2025). Strengthening The Synergy of Iman, Islam, and Ihsan Through Tadabbur of Qur’anic Messages. TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences, 1–10. https://doi.org/10.70512/tatho.v2i1.50

Al-Attas, S. M. N. (1988). The Oldest Known Malay Manuscript: A16th Century Malay Translation of The ’Aqā’id al-Nasafī (1 ed.). University of Malaya.

Al-Attas, S. M. N. (2011). Historical Fact and Fiction (1 ed.). Universiti Teknologi Malaya (UTM).

Al-Baihaqi, A. B. (2003). Syu’b al-Īmān (Mukhtar Ahmad an-Nadawi, Ed.; Vol. 4, 7,). Maktabatu ar-Rusyd.

Al-Bukhari, M. I. I. I. I. (t.t.). al-Jāmi’ as-Ṣaḥῑḥ: Ṣaḥῑḥ al-Bukhari (Muhammad Zahir Ibn Nashir an-Nashir., Ed.; Vol.1,2,3,). Dār at-Tūq an-Najah.

Al-Khamis, M. I. ’Abdurrahman. (1419). I’tiqād Ahl al-Sunnah Syarḥ Asḥāb al-Ḥadῑts (Jilid 1). Wizarah al-Su’ūn al-Islāmiyyah wa al-Awqāf wa al-Da’wah wa al-Irsyād.

Azman, Z. (2022). Dakwah Bagi Generasi Milenial Melalui Media Sosial. Jurnal khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(2), 193–205. https://doi.org/10.37092/khabar.v3i2.350

Budhy Munawar-Rachman. (2024). KATA PENGANTAR PLUS MINUS AGAMA DIGITAL. Dalam DIGITAL RELIGION: Agama Dalam Kebudayaan Digital, Teologi, Dan Sosiologi Agama (1 ed., hlm. xvii–xxvii). PT KANISIUS.

Campbell, H. A. (2012). Understanding the Relationship between Religion Online and Offline in a Networked Society. Journal of the American Academy of Religion, 80(1), 64–93. https://doi.org/10.1093/jaarel/lfr074

Campbell, H. A., & Bellar, W. (2022). Digital religion: The basics. taylorfrancis.com. https://doi.org/10.4324/9781003058465

Devita Putri Maharani, Adinda Sekar Suryaningrum, Diva Amalia Nuraini, Oktaviola Wahyu Nur Anggraini, Devi Ayu Yuliani, Aprilia Prahesti, & Ahmad Nurrohim. (2025). Integrasi Nilai-nilai Islam dalam Pemanfaatan Teknologi Digital oleh Generasi Z di Era Moderen. DIRASAH: Jurnal Kajian Islam, 2(1), 93–109.

Diane M. Badzinski, Robert H. Woods Jr. and Chad M. Nelson. (2021). CONTENT ANALYSIS. Dalam The Routledge Handbook of Research Methods in The Study of Religion. Edited by Steven Engler and Michael Stausberg (Second Edition, Vol. 1–Chapter 2.4, hlm. 180–193). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003222491

Elmahjub, E. (2023). Artificial Intelligence (AI) in Islamic Ethics: Towards Pluralist Ethical Benchmarking for AI. Philosophy & Technology, 36(4), 73. https://doi.org/10.1007/s13347-023-00668-x

Heidi A. Campbell. (2010). When Religions Meet New Media (1 ed.). Routledge.

Ibn Katsir. (2009). Tafsir Ibnu Katsir. Dar Ibn Hazm.

Ibnu Kasir, & Awali, S. (2024). Peran Dakwah Digital dalam Menyebarkan Pesan Islam di Era Modern. Jurnal An-nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta, 11(1), 59–68. https://doi.org/10.54621/jn.v11i1.842

Ihsan, N. H., Rachmawati, F., & Mohd Amin, W. M. A. (2024). Tamaddun: The View of Syed Muhammad Naquib Al-Attas Towards a New Concept of Islamic Civilization. Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 20(1). https://doi.org/10.18196/afkaruna.v20i1.18652

Kesturi, G., & Helmy, M. I. (2022). The Understanding of Hadith Sadaqah and Its Implementation on Social Empowerment: A Research on Jum’ah Berkah Tradition in Wonogiri Society. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 23(1), 69–88. https://doi.org/10.14421/qh.2022.2301-04

Knibbe, K., & Kupari, H. (2020). Theorizing lived religion: Introduction. Journal of Contemporary Religion, 35(2), 157–176. https://doi.org/10.1080/13537903.2020.1759897

Lukman, F. (2018). Digital Hermeneutics and A New Face of The Qur`an Commentary: The Qur`an in Indonesian`s Facebook. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 56(1), 95–120. https://doi.org/10.14421/ajis.2018.561.95-120

Ma’arif, C. (2024). From Living Qur’ān to Living Īmān: Syed Naquid al-Attas’s Reception of New Kalam. Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 27(1), 103–124. https://doi.org/htpps://doi.org/10.28918/religia.v27i1.8564

Maulana, A. M. R. (2022). Agama Digital (Digital Religion) dan Relevansinya Terhadap Studi Agama Interdisipliner: Sebuah Tinjauan Literatur. At-Tafkir, 15(2), 35–56. https://doi.org/10.32505/at.v15i2.4821

Mubarok, M. F., & Romdhoni, M. F. (2021). Digitalisasi al-Qur’an dan Tafsir Media Sosial di Indonesia. 1(1).

Muslih, M. K. (Direktur). (2024, Juli 20). Living Iman: Metodologi Baru Dalam Penghayatan Aqidah Islam (No. 18) [You Tube]. Dalam SATURDAY FORUM. You Tube. https://www.youtube.com/watch?v=_xYltwxnj3M

Muslih, M. K. (2024, Desember 5). Implementasi Teori dan Konsep Living Iman [Interview Narasumber].

Nikmah, N. Z., & Fahrullah, A. (2024). PENGARUH RELIGIUSITAS DAN LITERASI ZAKAT TERHADAP KEPATUHAN MEMBAYAR ZAKAT PROFESI ASN KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA TIMUR. 7.

Rachmawati, F., Maulana, A. M. R., & ... (2024). The Ethical Implications of AI in Expressing Religious Beliefs Online: A Restatement of the Concept of Religion. … on Religion, Science ….

Ridho, M., Pratama, M. R., Sutardi, B. D. Y., Hutahaean, P. P., Ashari, F., Prihadi, P. R., & Aldiansach, M. G. (2021). Pergeseran Metode Silaturahmi Di Indonesia Sebagai Dampak Pandemi Covid-19. 8(1).

Shahih Muslim. (t.t.). The Book of Zakat [Https://sunnah.com/muslim:979a]. Diambil 27 Januari 2025, dari https://sunnah.com/muslim/12

Sonny Eli Zaluchu. (2024). DIGITAL RELIGION: Agama Dalam Kebudayaan Digital, Teologi, Dan Sosiologi Agama (1 ed.). PT KANISIUS.

Wan Mohd Nor Wan Daud & Khalif Muammar A. Harris. (2022). KERANGKA KOMPREHENSIF PEMIKIRAN MELAYU ABAD KE-17 MASIHI: Berdasarkan Manuskrip Durr al-Farā’id Karangan Syakh Nūr al- Dῑn al-Rānīrῑ. Dalam Budaya Ilmu: Makna dan Manifestasi dalam Sejarah dan Masa Kini (Ketiga, hlm. 191–228). RZS-CASIS & HAKIM.

Zarkasyi, H. F. (2023). MINHAJ: Berislam, dari Ritual hingga Intelektual (3 ed.). INSISTS.

Downloads

Published

2025-06-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Implementasi Living Iman Terhadap Ekspresi Keislaman di Dunia Digital. (2025). Alfikr: Journal of Islamic Studies, 1(1), 1-16. https://doi.org/10.5281/zenodo.17504406